//
you're reading...
umum

Dilema Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) bagi Daerah Terpencil

OLYMPUS DIGITAL CAMERA(Taliwang, 17/1) “Bu, om-om itu pada ngapain ya?” tanya anakku melihat sekumpulan orang yang sedang mengeluarkan kursi-kursi dari sebuah mobil berwarna biru yang parkir di lapangan depan rumah. Mobil itu adalah salah satu dari Mobil MPLIK fasilitas bantuan dari Kementerian Kominfo sebagai sarana penyebarluasan Informasi terutama bagi wilayah-wilayah yang sulit diakses. Sambil memberi penjelasan pada anakku, kami berjalan mendekati Mobil itu.

Nampak beberapa murid SD yang ada di sekitar lapangan itu menonton apa-apa yang sedang dilakukan oleh Dua orang laki-laki berseragam warna khaki itu. Mereka sedang mengatur kursi yang sudah dikeluarkan tadi dan beberapa buah perangkat Laptop yang sedang dinyalakan. Ada 6 unit laptop yang dipajang dikanan-kiri mobil itu, 3 di kanan, dan 3 dikiri. Dengan antusias, anak-anak yang menonton dari bertanya kepada petugas yang sedang bekerja itu. “Oom, ini Laptop ya?” tanyanya dengan mata penuh ingin tahu. Temannya yang sedari tadi juga menonton menyahuti pertanyaan temannya itu, “ya iyalah. Itu namanya Laptop, dasar Gaptek kamu” disambut cengiran dari teman-temannya yang lain. Sementara anak itu hanya cengengesan”lho, aku kan gak tau ini apa. Makanya aku nanya, masa ga boleh??” katanya membela diri. Petugas itu hanya senyum-senyum kemudian memberi sedikit penjelasan tentang semua perangkat yang ada di depannya itu.

Anakku yang sedari tadi juga mendengarkan sampe bengong apa-apa yang diobrolkan oleh mereka itu. Bengong karena tak mengerti apa yang sedang dibicarakan. Maklumlah, anakku masih belum genap 3 Tahun namun rasa ingin tau nya yang begitu besar membuatnya bertanya padaku “Bu, Altop punya nya Oom itu mahal ya? kok ga sama dengan altop ibu?” tanyanya sambil menunjuk ke arah laptop-laptop yang ada di Mobil itu. Dia belum fasih mengucapkan kata “Laptop” seperti orang-orang pada umumnya, menjawab pertanyaannya ku ajak dia masuk ke rumah untuk membandingkan laptop yang ada dirumah dengan yang ada di mobil itu.

Tak lama ia menarik tanganku keluar menuju lapangan itu. “Aiko mau liat altop punyanya Om itu, bu! Ayoo…..”Tak seperti tadi, kini suasana mulai ramai dengan anak-anak yang penasaran ingin tau dengan benda-benda yang ada di Mobil itu. Beberapa anak yang telah akrab dengan fasilitas ini langsung saja “memainkan” perangkat itu walaupun mereka juga belum tau banyak kegunaan benda yang sedang mereka mainkan itu. Iseng aku bertanya kepada salah satu anak yang berada di kursi paling ujung yang tengah membuka sebuah situs game online. “Dik, udah biasa ya maen game di internet?” tanyaku. “Ya bu, teman-teman sering ngajak maen game lewat komputer atau laptop seperti ini” jawabnya. “Setau adik, Internet itu buat maen game aja ya? tanyaku lagi. “Gak juga si, banyak kok. Kita bisa baca koran, nonton bola, maen game atau seperti ibu-ibu di dekat rumah saya yang suka beli baju atau tas  lewat internet.” jelasnya panjang lebar. Aku manggut-manggut aja mendengarnya, ternyata internet bukan lagi sesuatu yang asing bagi anak-anak. ” Ibu juga bisa kok cari resep masakan seperti kakak saya, dia suka cari resep masakan Jepang tapi hasilnya selalu jauh dari “enak” “ucapnya lagi sambil tertawa terbahak-bahak.

Beberapa saat kemudian petugas memberi penjelasan tentang tata cara dan pemanfaatan internet yang sehat bagi pemakai internet (user). Tak sedikit yang kurang paham dengan penjelasan yang disampaikan karena pemakaian istilah-istilah dalam teknologi yang jarang bahkan tidak pernah mereka dengar dalam percakapan sehari-hari. “Oom, brosing itu apa sih?? sama gak dengan bronies yang sering dibuat emak saya? tanya seorang anak berseragam pramuka yang setelah ku tanya ternyata masih kelas 2 SD. Pertanyaan polosnya disambut tawa dan ledekan teman-teman sebayanya. “Masa Browsing disamain ma Brownies”sambung teman-temanya yang lain.

Secara bergiliran, mereka memanfaatkan fasilitas internet itu dengan gembira. Ada beberapa anak yang baru pertama kali ini menyentuh bahkan melihat fasilitas komputer atau laptop itu. Mobil MPLIK ini hanya bisa melayani pembayaran online yang meliputi pembayaran listrik, pajak, dll. Fasilitas internet yang ada hanya bisa dimanfaatkan diwilayah-wilayah yang terjangkau oleh akses internet. Teringat saat kami melaksanakan sosialisasi Internet Sehat di SMPN 5 Jorok Tiram Taliwang. Dimana kondisi pedesaan yang cukup sulit dijangkau oleh sinyal, sekalipun sudah ada menara telekomunikasi yang berdiri ditengah perkampungan itu. Namun tetap saja fasilitas Mobil Internet Keliling yang kami bawa tidak mampu menjawab tantangan akan terbatasnya sinyal internet diwilayah itu. Menara Telekomunikasi yang ada hanya bisa dimanfaatkan untuk sinyal telepon seluler atau dengan kata lain hanya untuk pengiriman dan penerimaan data berupa suara dan tulisan. Untuk pengiriman dan penerimaan paket data internet dibutuhkan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Tak heran jika masyarakat disana sangat awam dengan teknologi informasi. Jika seperti ini kondisinya rasanya tak adil bagi mereka yang ada dipedesaan.

Sebuah keharusan bagi kami sebagai pengabdi masyarakat untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat di daerah-daerah terpencil terutama kebutuhan terhadap informasi. Smoga kami tetap semangat dan istiqomah memberikan yang terbaik bagi Kabupaten tercinta ini.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Januari 2014
S S R K J S M
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: