//
you're reading...
Uncategorized

“JANGAN DISUNTIK YA, BU BIDAN!!”

(13/11) Riuh ReIMG_0014ndah anak-anak balita  yang bermain dan tangisan bayi yang sedang ditimbang mewarnai suasana posyandu hari itu. “Alhamdulillah, lumayan banyak hari ini ibu-ibu yang membawa anaknya untuk mengikuti kegiatan Posyandu hari ini” ujar seorang petugas dari Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa Barat diamini oleh Bidang Desa yang mendampinginya mengisi daftar nama anak dan orang tua anak ke lembar kerja yang sedang dipegangnya. Posyandu kali ini sangat berbeda dengan posyandu bulan-bulan sebelumnya yang sepi pengunjung karena minim sekali ibu-ibu yang membawa anaknya untuk datang ke posyandu. Banyak yang tidak ingin anak ataupun cucunya disuntik imunisasi!! “Jangan disuntik ya, Bu Bidan!!

Usut punya usut, minimnya ibu-ibu balita yang membawa anaknya ke posyandu disebabkan beberapa hal yang seharusnya tidak menjadi kendala bagi petugas kesehatan untuk mendeteksi dini kesehatan anak dan ibu yang ada di Lingkungan tersebut. Beberapa orang beranggapan bahwa imunisasi itu tidak penting, “ah,zaman Rasul dulu ga ada tuh anak-anak yang diimunisasi kayak zaman sekarang!!” pungkas seorang ibu yang juga seorang nenek yang tak ingin namanya disebut.

Ada yang beranggapan bahwa imunisasi itu haram karena kandungan yang ada didalamnya salah satunya ada yang berasal dari tubuh Babi, hewan yang diharamkan oleh agama islam untuk dikonsumsi sehingga masyarakat tidak mengetahui dengan jelas kandungan apa saja yang ada didalam serum ataupun vaksin yang disuntikkan ke tubuh anak. Namun, ada pula yang khawatir dengan kesehatan putra-putri mereka terhadap kasus lumpuh pada anak yang pernah diimunisasi yang banyak diberitakan di media massa.

Keterbatasan dan kesimpangsiuran informasi masyarakat terhadap masalah ini seharusnya menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan ataupun penyuluh kesehatan untuk menjawab keingintahuan masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui dengan jelas apa-apa saja yang baik dan yang tidak baik untuk mereka dan keluarganya tentu saja berdasarkan data-data dan fakta yang berasal dari sumber yang bisa dipercaya. Misalnya dengan mengadakan sosialisasi Pentingnya Imunisasi Bagi Anak atau Sosialisasi Pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat RT atau di ajang-ajang silaturahmi yang umum didatangi oleh masyarakat misalnya pada acara Arisan Ibu-Ibu, Pengajian Rutin  Ibu-Ibu Tingkat RT, Nonton Bareng Layar Tancap tentang tips-tips kesehatan atau PHBS di lapangan terbuka, Sosialisasi Pentingnya Cuci Tangan dengan Sabun di Sekolah-Sekolah, dll. dengan harapan informasi-informasi itu dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat. Informasi akan lebih tepat sasaran dan langsung diterapkan bila dikemas dengan cara penyampaian dan bahasa yang baik dan dimengerti oleh masyarakat luas, sehingga target kinerja dapat tercapai, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pun terealisasi dengan baik. Semoga manfaat!!

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2013
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: