//
you're reading...
Uncategorized

Kesenian Baguntung

(25/4) Terburu-buru penulis mengendarai sepeda motIMG_2496or menuju rumah seorang sahabat yang tengah menjalani prosesi pernikahannya. Mengakhiri masa lajang bagi suku sumbawa layaknya suku-suku yang lain juga menempuh proses panjang yang bisa dibilang cukup rumit. Beberapa tahapan proses yang harus dilalui tentu saja menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya. Namun Adat istiadat tetap harus dilestarikan karena budaya melambangkan cikal bakal generasi penerusnya.

Sesampai dilokasi acara, penulis disambut dengan riuhnya suara musik orang Baguntung yaitu bunyi alat penumbuk padi yang dipukul bersama-sama oleh sekumpulan ibu-ibu. Mereka memukulkan alu ke rantok (wadah tempat menaruh padi yang akan ditumbuk) hingga membentuk alunan nada yang harmonis. Bisik punya bisik penulis penasaran dengan salah satu budaya ini, salah satu orang yang dituakan di acara tersebut namun tak ingin namanya disebut menjelaskan sekilas tentang budaya ini. Baguntung sebenarnya kebiasaan Suku Sumbawa sebagai pertanda bahwa perhelatan prosesi pernikahan dimulai. Bisa juga disebut sebagai pengumuman kepada warga sekitarnya bahwa pemilik rumah menggelar hajatan pernikahan.

Baguntung ini biasanya dilakukan oleh 10 orang dengan memakai pakaian khas adat Sumbawa yaitu lamung pene’ dan kere’ dua. Beberapa waktu lalu sempat digelar Kegiatan budaya yaitu Festival Rantok yang digelar di Halaman Masjid Agung Darussalam. Acara kesenian yang sempat dihadiri oleh Sultan Sumbawa, Daeng Ewan dan Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM. ini mendapat antusiasme dari masyarakat luas karena baru kali ini budaya baguntung ini di lombakan dan disajikan secara meriah.

Namun karena kurangnya regenerasi akan budaya Baguntung ini, masih sedikit sekali diminati oleh generasi muda. Tidak seperti kesenian Rebana Ode’ yang bisa didapati di beberapa kecamatan yang ada di Kab. Sumbawa Barat karena ditangani dan dilatih secara mendalam, Kesenian Baguntung ini belum  mendapat binaan yang cukup untuk diwariskan kepada generasi yang akan datang. Semoga dengan dibentuknya Lembaga Adat dapat memfasilitasi kegiatan ini lebih baik lagi.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

April 2013
S S R K J S M
« Mar   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: