//
you're reading...
Uncategorized

NGANYANG, BERBURU ALA SUMBAWA

(10/10) Masyarakat Desa Seteluk Atas Kec. Seteluk mengadakan acara hiburan rakyat yang mereka sebut “FESTIVAL NGANYANG SETELUK”.  Nganyang biasanya diadakan setelah panen rakyat yang juga dimaksudkan sebagai upaya pelestarian budaya ‘tau samawa’
yang sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat suku Sumbawa. Kali ini acaranya diselenggarakan secara besar-besaran. Tak tanggung-tanggung peserta yang ikut serta berjumlah 2.100 orang yang berasal Kecamatan se-Kab. Sumbawa Barat dan Kec. Utan Kab. Sumbawa.

    • Ada 2 jenis hewan yang sering diburu oleh masyarakat Sumbawa yaitu Babi dan Menjangan/rusa. Berburu Babi biasa disebut dengan “Nganyang Bawi”, biasa dilakukan untuk membasmi hama babi yang kerap merugikan masyarakat.  Sedangkan Berburu Menjangan biasa disebut dengan “Nganyang Mayung”, biasa dilakukan pasca panen sebagai hiburan.

      Nganyang yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ini cukup ramai karena membludaknya peserta yang ikut berpartisipasi. Ada yang berdasarkan hobi berburu adapula yang penasaran dengan prosesi “nganyang” ini. Panitia membentuk beberapa kelompok yang terdiri dari 30-70 orang. Tidak ada biaya pendaftaran yang ditarik di kegiatan ini alias gratis. Tapi hadiah yang diterima oleh pemenang cukup besar. Disediakan sejumlah uang, Sapi dan kambing untuk para pemenangnya. Perlengkapan yang harus dibawa oleh peserta adalah anjing, tombak (poke), Buja, Tear dan sejenisnya.” Kok pakai anjing ??” penulis bertanya. “Anjing disini berfungsi untuk mengiring hewan buruan juga untuk mengetahui dimana persembunyian hewan buruan” tutur bang Syihab salah satu peserta yang ikut pada kegiatan tersebut. Anjing yang digunakan disini bukanlah sembarang anjing yang umumnya kita temui dipinggir-pinggir jalan. Anjing yang dibawa telah dijampi-jampi terlebih dahulu oleh “Sandro” atau dukun yang biasa menangani anjing-anjing yang dibawa berburu. Masing-masing kelompok memiliki “sandro” nya sendiri-sendiri. Selain dijampi dengan mantra-mantra tertentu anjing-anjing ini juga dilatih khusus oleh pemiliknya untuk berburu.

      Selain anjing, pemburu yang pergi berburu juga dijampi oleh “Sandro” dengan memandikannya di malam sebelum mereka berangkat. Bila Pemburu di mandikan lain halnya dengan anjing, anjing diberi nasi putih  3 genggam yang telah diberi mantra terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari gangguan roh halus yang umumnya banyak berkeliaran di dalam hutan Dalam Bahasa Sumbawa nya disebut dengan “Kemaki” atau kesasar, sehingga pemburu dan anjingnya tidak kesasar didalam hutan dan dapat mendapatkan hewan buruannya. Ritual ini umum dilakukan sebelum nganyang dimulai.

      Kriteria pemenang ditentukan dengan melihat anjing atau pemburu dari kelompok mana yang lebih dahulu menemukan hewan buruannya.

      Ada 2 kategori peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu yang mencari buruan didalam hutan dan yang mencari hewan buruan dipinggir hutan atai bukit lokasi berburu. Lokasi berburu ditentukan di “OLAT GEGOLANG” Desa Seteluk Atas. Rombongan peserta berangkat lokasi buruan, pagi hari sekitar jam 7 pagi dan berakhir hingga siang hari jam 12.00 menjelang sholat duhur.

      Kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan rutin setiap waktu karena tergantung dengan banyaknya habitat hewan buruannya. Dalam Tahun ini acara “Nganyang”  telah dilaksanakan di Desa Seloto Kec. Taliwang, Desa Bangkat Monteh Kec. Brang Rea dan Insyaallah setelah ini rencananya akan dilaksanakan di Desa Bree Kec. Brang Rea.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2012
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: