//
you're reading...
Uncategorized

Kementerian Kominfo Kunjungi Kampung Media Brang Ene

(5/10) Adalah saat yang cukup menegangkan saat komunitas KM Brang Ene menyambut kedatangan personil dari Kementerian Kominfo Ditjen BP3TI (Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Teknologi Komunikasi dan Informasi), Dr. Ir. Cholil, M.Com. Dalam kenjungannya ini ia menyatakan minat dan ketertarikannya terhadap metode Penyebarluasan Informasi melalui Kampung Media. Cukup banyak pertanyaan yang diajukannya disela-sela waktunya yang sempit sebagai bentuk ketertarikannya, seolah-olah mendapat pencerahan dan harapan baru akan gagasan-gagasan penyebarluasan informasi yang inovatif seperti ini.

“Apakah komunitas anda mendapatkan biaya operasional rutin yang dibiayai oleh APBD ataupun APBN??” tanyanya penuh minat saat berada di basecamp KM Brang Ene di Desa Kalimantong. “Sejauh ini kami tidak mendapatkan biaya operasional apapun yang bersifat rutin, pak! baik APBD maupun APBN. Kami hanya dibayar atas informasi-informasi yang kami muat di blog kami yang sudah dilink kan ke Website Kampung Media Propinsi NTB, itupun hanya 2-3 bulan sekali sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi kami. Biaya Operasional, kami tanggung secara mandiri, semampu kami pak. Kami hanya mengandalkan modem dan router yang diberikan oleh Dishubkominfo Prov. NTB sebagai satu-satunya “senjata” kami. Laptop ataupun Komputer kami pinjam dari teman yang kebetulan punya. Jika tak ada,tak jarang kami harus ke Taliwang, sewa warnet untuk upload informasi yang kami terima. Komunitas ini belum pernah mendapatkan dukungan apapun dari Pemerintah Daerah baik fasilitas ataupun anggaran pembinaan. Begitu pula komunitas-komunitas Kampung Media yang ada di Kecamatan Lain di Kab. Sumbawa Barat ini. Sejak kami dibentuk Tahun 2009 hingga saat ini kami belum pernah disebut-sebut dalam prioritas anggaran daerah. Kami sangat berharap adanya dukungan Pemerintah Daerah terhadap pembinaan dan pengembangan komunitas kami ini.” jelas Hesso, salah satu anggota komunitas KM Brang Ene kepadanya.

“Sayang sekali ya, seharusnya Pemerintah Daerah lebih proaktif menyikapi masalah ini. Daerah sudah memiliki SDM penggerak informasinya, maka tugas kami untuk men-sinergikan bantuan fasilitas ini dengan penggerak informasi yang sudah ada ini.” ujarnya lagi.

“Sebenarnya dari kami sudah ada usaha-usaha untuk merangkul dan membina Kampung Media ini, bahkan kami tetap mengusulkan anggaran tiap tahunnya ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Akan tetapi mungkin karena Program Kampung Media ini belum tersosialisasi dengan baik kepada Pemerintah Kabupaten jadi banyak yang belum tahu tentang keberadaan komunitas ini. Selain itu pula, masih ada anggapan bahwa Program ini adalah Program Strategis Pemerintah Provinsi NTB, bukan Program Pemerintah Daerah Kabupaten Sehingga pengajuan anggaran untuk program pembinaan dan pengadaan fasilitas untuk Kampung Media ini kalah pamor dibandingkan program-program strategis lainnya” pungkas Bagus S. Susanto, S.IP, Kasi Informatika Dishubkominfo KSB menjawab keluhan dari komunitas Kampung Media yang saat itu kebetulan mendampinginya mengunjungi basecamp KM Brang Ene di Desa Kalimantong .

Sebelum kunjungannya ke Kampung Media Brang Ene, ia telah lebih dulu memantau langsung keberadaan MPLIK di Kec. Taliwang dan PLIK  yang ada di Kec. Brang Ene. Ia menyusuri jalan kampung di desa Menemeng dimana lokasi PLIK Kec. Brang Ene ditempatkan.  Ia sempat berdialog dengan pemilik rumah tentang keberadaan perangkat bantuan dari Pemerintah Pusat yang beberapa waktu lalu sempat menjadi polemik tersendiri terkait Surat Edaran Gubernur NTB tentang sinergitas Kampung Media dengan PLIK yang ada di masing-masing Kecamatan.

“Ternyata banyak sekali kesimpangsiuran dan kejanggalan yang ditemui di lapangan yang tidak sesuai dengan laporan-laporan perkembangan perangkat bantuan ini dari pihak ke-3 yaitu perusahaan pemenang tender pengadaan bantuan fasilitas informasi ini “ujarnya sedikit kecewa. ” Kemenkominfo telah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun infrastruktur teknologi informasi ini, tapi kenyataan yang kami temui belum tepat sasaran. Mungkin akan lebih baik dan optimal dalam pengelolaannya jika bantuan fasilitas ini diserahkan saja ke Pemerintah Daerah sehingga dapat langsung diawasi dan dikontrol penggunaannya” simpulnya lagi.

Tersedianya fasilitas informasi, apalagi yang  tidak tersosialisasi dengan baik tentang keberadaannya, tidak cukup mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi. ” Suatu hal yang baik jika Kemenkominfo dapat menjadikan Kampung Media sebagai model ICT (Information and Communication TEchnology) baru yang layak mendapat apresiasi dan support dalam pengembangannya” harapnya lagi.

“Keberadaan beliau bersama ke-2 rekannya di Kabupaten Sumbawa Barat ini sebenarnya adalah untuk  memenuhi undangan dari Bappeda KSB dalam rangka studi kelayakan model pengembangan bisnis berbasis potensi lokal untuk merumuskan kira-kira bentuk usaha seperti apa yang cocok diterapkan di KSB. Hal ini tentu saja bersandar pada banyak aspek dan faktoor-faktor pendukung yang ada. Salah satunya aspek teknologi informasi yang ada di KSB. Oleh karenanya, kami telah memaparkan kondisi sebenarnya tentang aspek tersebut kepada beliau dan ditindaklanjuti dengan berkunjung langsung ke tempat-tempat dimana fasilitas bantuan ini berada” kata Bagus S.Susanto, S.IP., seraya menutup pembicaraan dengan penulis.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2012
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: