//
you're reading...
Uncategorized

SELOTO, KIPRAH MU DULU HINGGA KINI

(Oleh : Najamuddin Amy, S.Sos.,MM*)

Di masa lalu, siapa yang tidak kenal ”sang’ (Merica) dan  ketumbar dari Desa Seloto?? paling tidak masyarakat di sekitar daerah kecamatan Taliwang bahkan pelosok wilayah Sumbawa Barat bahkan Sumbawa mengenal Desa Seloto salah satunya dari komoditi rempahnya tersebut. Kali ini Saya tidak akan membahas hal tersebut, namun, Progress tulisan ini hendak mengambil sisi lain dari sepenggal kisah mengapa kita harus Belajar dari Desa dan Masyarakat Seloto.

Mungkin beberapa orang akan sangat akrab kalau ditanya dari mana asalnya, maka jawabannya hampir sama dengan beberapa mahasiswa saya di KSB yang menyatakan dirinya dengan jawaban malu-malu, sedikit joke plesetan..”Saya dari Solo Pak” ..menunjukkan bahwa sebenarnya berasal dari Seloto. Saya berpikir sejenak dan sederhana bahwa sebenarnya ada spirit didalam jawaban tersebut yaitu spirit kebanggaan dan nilai religiusitas saat menjawab pertanyaan saya itu.

Mengapa masyarakat KSB harus belajar dari Desa dan Masyarakat Seloto? ada beberapa argumen logis, historis, menarik, faktual dan futuristik untuk menjawabnya. Dalam sambutan Salah seorang Tokoh Agama yang sekaligus pimpinan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Muhajirin Desa Seloto mengungkapkan betapa Masyarakat dan Desa Seloto tidak hanya sekedar ingin menjadi penonton dalam setiap gerak pembangunan di KSB ini, namun mereka telah mengambil peran aktif dan produktif bahkan sebelum lahirnya KSB Desa dan Warga Seloto telah menunjukkan kontribusinya dalam aspek kehidupan masyarakat di wilayah Sumbawa Barat. Hal yang sama diungkapkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Manar bagaimana peran pembinaan masyarakat melalui organisasi keagamaan dan pemerintahan serta pengaruh pondok pesantren begitu kuat mencengkram tradisi, keseharian dan tata hidup masyarakat desa Seloto dari masa ke masa.

Beberapa waktu yang lalu, hanya satu alasan yang membuat orang masih menganggap desa Seloto berada dalam kategori daerah terpencil dan terisolir karena memang topografi dan letaknya dari ibukota kabupaten yang masih tertutup. Namun, hari ini tidak ada lagi alasan bagi kita untuk menyebutkan Seloto sebagai daerah terisolir karena akses yang telah dirintis oleh masyarakat dan Pemerintah KSB telah membuat Desa ini terhubung melingkar dengan Kecamatan Seteluk dan kecamatan Brang Rea. Bukan itu saja, layanan informasi dan komunikasi di Desa Seloto telah diakses oleh provider seluler Telkomsel atas jerih payah Kepala Desa, Camat Taliwang dan dinas terkait Pemda melakukan komunikasi secara simultan dan kooperatif dengan PT. Telkomsel Mataram dan Denpasar. Ikhtiar ini bukan tanpa perjuangan karena dengan kondisi geografis Desa Seloto walaupun sudah dikelilingi bahkan oleh beberapa menara telekomunikasi dari perusahaan seluler yang berbeda namun tetap saja Desa Seloto waktu itu belum bisa menikmati berkomunikasi dengan nyaman dan terjangkau sinyal seluler. Dalam satu pertemuan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Binaan DishubKominfo KSB yang bekerjasama dengan salah satu operator seluler, pihak kecamatan dan Kepala Desa Seloto berjuang agar desa mereka diperhatikan dan alhamdulillah, dalam kunjungan kerja Bupati tersebut dalam salah satu laporang Camat Taliwang menyebutkan bahwa ikhtiar Pemerintah Daerah menghadirkan sinyal untuk kebutuhan komunikasi masyarakat Desa Seloto telah dapat dipenuhi.

Desa Seloto seharusnya dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi daerah-daerah lainnya di KSB betapa tidak spirit kebersamaan dan kekompakan yang mereka miliki dari tahun ketahun, dari masa ke masa dan dari generasi ke generasi telh menunjukkan hasilnya kepada kita semua. Generasi Tua Seloto telah mewariskan nilai-nilai Fastabiqul Khairat kepada generasi mudanya. Kekuatan untuk menghasilkan generasi yang behasil dan berkualitas setiap tahunnya menjadi sebuah keharusan yang diwujdukan dengan tidak terhitungnya pemuda-pemudi Desa Sekoto yang sukses dan berhasil dalam segala lini kehidupan disetiap jamannya. Hari ini, dalam ingatan kita betapa banyak tokoh-tokoh daerah bahkan nasional dari kalangan ulama, pemerintahan, usahawan, akademisi bahkan kepolisian yang berasal dari sebuah desa kecil yang kita kenal dengan Seloto. Namun, bukankah tokoh-tokoh terkenal lainnya nasional dan dunia itu berasal dari des-desa kecil namun memiliki kekompakan dan kekuatan memahami tujuan melahirkan kader berkualitas dan mumpuni untuk menghadapi era dan tantangan zaman?

Tidaklah mengherankan apabila Bupati KSB memberikan apresiasi dan penghormatan yang sangat tinggi kepada para pendahulu, ulama. tokoh masyarakat Des Seloto atas kiprah yang telah diberikan kepada Sumbawa saat itu dan KSB hari ini. ”Saya sudah lama akrab dengan Desa dan Masyarakat Seloto, dulu Saya sering jalan kaki menuju Seloto alhamdulillah hari ini jalannya baik dan bisa membuka manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat Seloto, bahkan Saya tahu persis bahwa walaupun berada jauh seperti ini namun dari dulunya Desa Seloto dan masyarakatnya telah menunjukkan keberpihakannya pada perkembngan Pendidikan dan agama bagi masyarakatnya”. kalimat tersebut bukan hanya lips service semat namun penuh nilai-nilai  historis yang menjadi kebanggan sosialita bagi Warga Desa Seloto.

Seharusnya sebagai warga Bangsa dan masyarakat KSB kita mengangkat topi atas kontribusi Desa Seloto pada pembangunan ini. Betapa tidak, komitmen kuat mereka dalam memajukan agama dan pendidikan warganya menjadi tekad nomor nomor satu dan telah menjadi komitmen bersama warganya. Hari ini Seloto memiliki dua Pondok Pesantren yang menyokong komitmen itu, yaitu Pondok Pesantren Al Manar dan Pondok Pesantren Al Muhajirin Desa Seloto. Lembaga pendidikan agama inilah yang menginspirasi generasi Seloto untuk selalu menjadi yang terbaik dan terdepan dalam kiprah mereka bertebaran di Seluruh Indonesia dengan beragam profesi yang mereka geluti saat ini.Pantaslah apabila kita menyebut Desa Seloto sebagai Desa Santri dengan segala ciri khas dan keunggulan yang mereka miliki. Semoga desa-desa lainnya mengambil kebaikan dan teladan dari dedikasi Desa dan Masyarakat Seloto dari komitmen mereka tersebut dan yang paling  penting semoga Masyarakat Seloto terus berjuang untuk berfastabiqul Khairat melahirkan generasi terbaik dan berkualitas untuk KSB dan Indonesia.

(* penulis adalah Kepala Bidang Kominfo Kab. Sumbawa Barat)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Juni 2012
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: