//
you're reading...
Uncategorized

Sosialisasi Kotoran Kuda

(7/5) Dalam rangka menjaga ketertiban dan kebersihan di jalan raya, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika melaksanakan sosialisasi Kotoran Kuda bagi kusir kereta andong atau biasa disebut dokar oleh warga setempat. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberi pembinaan dan pengarahan kepada para kusir dokar agar karung-karung yang digunakan sebagai kotoran kuda dibenahi sedemikian rupa sehingga kotoran kuda tidak tercecer di sepanjang jalan. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan setiap tahun.

Banyaknya pengguna kendaraan ini di Ibukota Kabupaten menjadikan alat transportasi tradisional ini cukup diperhitungkan keberadaannya. Mengingat di daerah-daerah lainnya, jarang sekali ditemukan di persimpangan-persimpangan lampu merah ikut mengantri bersama kendaraan-kendaraan bermotor lainnya sehingga terkadang menghambat laju kendaraan-kendaraan lain yang ada dibelakangnya. Tak jarang pula sang kusir menerobos lampu merah sehingga nyaris terjadi kecelakaan akibat kuda yang susah dikendalikan. Belum ada jalur-jalur khusus bagi alat transportasi ini karena akses jalan yang ada di Kabupaten ini masih minim. Selain itu luas wilayah yang ada juga sudah dapat dijangkau hanya dengan menumpang kendaraan ini bahkan keliling kota.

“Tak jarang kami menemukan kusir-kusir dokar yang membandel saat kami melaksanakan sosialisasi semacam ini. Akibatnya kami menerapkan sanksi bagi kusir dokar tersebut yaitu dengan menahan jok-jok tempat duduk penumpang bagi dokar yang tidak membenahi karung penampung kotoran kudanya” ujar Syafaruddin, S.Pd.,Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Sudah pernah dilaksanakan sosialisasi serupa dimana dilibatkan bersama aparat pemerintah desa, di kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Taliwang. Dalam sosialisasi tersebut dihimbau bagi warga yang berprofesi sebagai kusir dokar untuk memanfaatkan kotoran kudanya sebagai pupuk kompos ataupun sebagai bahan pembuatan biogas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.  Pengelolaan kotoran kuda ini dserahkan kepada pemerintah desa dan kelurahan yang dipusatkan disatu tempat yang ditentukan sesuai dengan hasil musyawarah pemerintah desa dengan masyarakatnya. Dengan cara tersebut diharapkan tidak lagi ditemukan kotoran-kotoran kuda yang tercecer disepanjang jalan yang mengganggu  pemandangan dan manfaat dari pengelolaan kotoran kuda itupun dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: