//
you're reading...
Uncategorized

PENGEMBANGAN DESA SIAGA MELALUI PROMOBISGA

(30/4) Sebuah terobosan di bidang Kesehatan sedang digiatkan di Desa Kalimantong. Adalah Promobisga (PROMOSI DAN MOTIVASI PHBS BERBASIS KELUARGA),sebuah upaya untuk mengefektifkan promosi kesehatan di Desa Kalimantong. Tak ingin kalah dengan desa tetangga Desa Mujahidin yang memenangkan penghargaan sebagai runner-up Desa Teladan tingkat Nasional, desa ini juga kini ikut berbenah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Cukup rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di desa ini, yaitu sekitar 30 %,  cukup menggugah semangat Dwi Lapitarini, Amd.Keb,, SKM, seorang bidan desa yang tengah berupaya untuk merubah paradigma berpikir dan berperilaku terhadap kesehatan keluarga warga Desa Kalimantong, Kec. Brang Ene.

Melalui makalahnya yang berjudul PENGEMBANGAN DESA SIAGA MELALUI PROMOSI DAN MOTIVASI PHBS BERBASIS KELUARGA(PROMOBISGA)DALAM RANGKA TERWUJUDNYA AKINO DI DESA KALIMANTONG KECAMATAN BRANG ENE

Tujuan diterapkannya program ini yaitu antara lain Mewujudkan seluruh rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu program ini juga bertujuan untuk :

  • Mewujudkan Angka Kematian Ibu Nol (AKINO).
  • Memberdayakan salah satu anggota keluarga untuk menjadi “motor” PHBS dalam keluarga
  • Meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia
  • Meningkatkan jumlah rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat.

Ada beberapa manfaat yang diperoleh dari Program PROMOBISGA di Desa Siaga Kalimantong adalah sebagai berikut :

  1. Bagi Masyarakat
    1. Masyarakat dapat merasakan manfaat program ini dengan meningkatnya pengetahuan dan kemauan mereka tentang kesehatan sehingga dapat mempraktekkan PHBS dengan baik.
    2. Dapat meningkatkan derajat kesehatan dan mengurangi angka kesakitan sehingga masyarakat dapat hidup dengan sehat dan produktif.
    3. Mengurangi biaya untuk pengobatan sehingga dana dapat dialokasikan untuk hal lain yang lebih bermanfaat seperti kepada pendidikan atau modal usaha.
  2. Bagi Pemerintah
    1. Program ini dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai keberhasilan pemerintah daerah khususnya dibidang kesehatan.
    2. Seiring dengan meningkatnya derajat kesehatan maka pemerintah dapat menghemat pengeluaran anggaran untuk pelayanan yang bersifat kuratif.
    3. Meningkatkan citra pemerintah daerah menjadi ikon di bidang kesehatan melalui promobisga dengan harapan dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat di daerah lain.
  3. Bagi Petugas Kesehatan
    Bagi petugas kesehatan dalam hal ini Bidan Desa Siaga selain sebagai petugas yang bekerja pada poskesdes maka Program PROMOBISGA merupakan kesempatan untuk pengembangan kemampuan petugas dibidang Promosi Kesehatan. Selain itu dengan meningkatnya pengetahuan dan kemauan masyarakat untuk peduli kepada kesehatannnya maka pelayanan petugas kesehatan di desa tidak banyak melayani secara kuratif tetapi lebih banyak ke arah preventif dan promotif.

5 sistem siaga yang terbentuk  di desa Kalimantong tersebut adalah sebagai  berikut :

1.         Sistem pencatatan dan pemantauan

Dalam sistem pencatatan dan pemantauan ini, akan dilakukan pendataan data dasar masyarakat di tingkat dusun yang meliputi jumlah penduduk termasuk jumlah ibu-ibu hamil, bayi dan balita, PUS, WUS dan sanitasi dasar.

2.         Sistem Komunikasi

Sistem komunikasi yang dibentuk bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi tentang masalah-masalah kesehatan yang dihadapi. Contohnya ada sebagian masyarakat yang dengan sukarela meminjamkan telepon genggamnya untuk menghubungi petugas kesehatan.

3.         Sistem Transportasi

Di dalam sistem ini, terdata pula jenis-jenis kendaraan dan nama pemiliknya yang akan digunakan sebagai alat transportasi dalam proses rujukan. Sistem ini sangat membantu dan memudahkan masyarakat menuju fasilitas kesehatan khususnya ibu-ibu yang akan melahirkan, dapat dengan mudah dihantar ke poskesdes atau puskesmas.

4.         Sistem Pendanaan

Kabupaten Sumbawa Barat memberikan pelayanan persalinan gratis di fasilitas kesehatan. Walaupun begitu, masyarakat bersepakat tetap menyumbangkan uang sebesar 1000 rupiah tiap bulannya yang akan dipungut melalui rekening listrik. Hal ini sangat membantu masyarakat khususnya pada kasus-kasus rujukan.

5.         Sistem Donor Darah

Sistem donor darah dibentuk untuk memudahkan masyarakat terutama kasus-kasus gawat darurat yang membutuhkan donor darah. Seperti kasus perdarahan pada ibu melahirkan atau kasus perdarahan pada pasien yang mengalami kecelakaan. Dalam sistem ini, akan dikelompokkan nama-nama pendonor darah sesuai dengan golongan darahnya.

Selain 5 sistem tersebut, dalam forum desa siaga diadakan penyuluhan kesehatan di tingkat desa. Penyuluhan yang dilaksanakan masih seperti penyuluhan konvensional yaitu dengan menghadirkan peserta penyuluhan di aula desa di samping Poskesdes. Tidak dapat dilakukan evaluasi dengan baik terkait dengan hasil dari penyuluhan-penyuluhan tersebut.

Pelaksanaan Program PROMOBISGA dimulai dengan pertemuan terbatas dengan beberapa pihak terkait yaitu Pengurus Desa Siaga Kalimantong, Bidan Desa, Kepala Puskesmas Brang Ene, pengelola program Promosi Kesehatan, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam kegiatan penyuluhan sehingga dibutuhkan metode penyuluhan yang lebih efektif dari metode sebelumnya.

Beberapa sumber daya yang mendukung terlaksananya Program PROMOBISGA di Desa Siaga Kalimantong antara lain :

a.       Tenaga kesehatan desa (Bidan Desa) sebagai pelaksana program;

b.  Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas yang telah mendapatkan pelatihan sebagai Promotor Kesehatan;

c.  Kesepakatan Forum Desa Siaga untuk melaksanakan Program PROMOBISGA;

d.      Dukungan dana Bantuan Operasional Kesehatan

 

B.     Tahapan pelaksanaan Program PROMOBISGA di Desa Siaga Kalimantong adalah sebagai berikut.

1.      Penyiapan bahan dan media penyuluhan tentang PHBS;

2.      Mendatangi rumah tangga yang menjadi sasaran penyuluhan;

3.      Menyampaikan materi penyuluhan dengan media yang tersedia;

4. Membuat komitmen dengan salah satu anggota keluarga untuk menjadi Motor PHBS dalam rumah tangga;

5.      Melaporkan hasil kegiatan.

6.      Pemantauan dan evaluasi lanjutan.

Makalah ini disampaikan dalam rangka Penilaian Lomba Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Tenaga Keperawatan/Bidan Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat  Tahun 2012

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: