//
you're reading...
Uncategorized

BANJIR MELANDA KALIMANTONG

Image Image

Komedik, (22/2). Hujan deras yang mengguyur Desa Kalimantong mengakibatkansaluran air di Desa ini meluap hingga menggenangi rumah penduduk dan areal persawahan. Air Hujan yang berasal dari pegunungan sekitar perumahan penduduk ini meningkat intensitasnya karena pepohonan yang ada di pegunungan tersebut sudah hampir habis tertebang sehingga air hujan yang jatuh ke gunung tidak mengendap di tanah namun langsung mengalir ke lereng hingga perumahan penduduk.

Sameruddin, 40 th, Kepala Dusun Batu Putih Desa Kalimantong mengatakan bahwa air gunung yang mengalir ke areal pemukiman dan persawahan penduduk ini harusnya dibuatkan salurannya agar air tidak menyebar kemana-mana. “ Pohon yang ada digunung sekitar kampung kami ini sudah nyaris habis ditebangi pak! Sehingga kami yang berada dilereng pegunungan ini yang menanggung akibatnya. Karena kejadian ini berlangsung tiap tahun” Ungkapnya lugas. “ Menurut kami pemasangan Saluran air lah solusi yang tepat untuk permasalahan ini agar air tersebut dapat diarahkan ke areal persawahan atau langsung ke sungai sehingga tidak merugikan masyarakat banyak”tuturnya lagi.

Diperkirakan air setinggi 1 meter menggenangi hampir 10 ha areal persawahan penduduk. Hal ini mengakibatkan padi-padi yang seyogyanya akan dipanen 2 minggu kedepan terendam lumpur selama 2 hari sehingga padi siap panen tersebut gabahnya berwarna hitam. Otomatis harga gabah anjlok dan merugikan petani. Normalnya harga gabah berada pada kisaran Rp. 420.000/100 kg. Namun dengan kondisi ini harga gabah akan jauh lebih murah bahkan tak jarang tak ada harga jualnya. “Petani jelas rugi besar, pak! Karena hasil yang kami dapatkan jauh dari yang kami harapkan. Kami telah mengeluarkan modal yang cukup besar untuk masa tanam lalu. Sekarang saat panen malah buntung, bahkan kini kami harus mempersiapkan modal lagi untuk masa tanam mendatang.” Ujarnya sendu.

Selain areal persawahan, pemukiman penduduk juga terkena dampaknya. Salah satu rumah penduduk yang berada di tepi sungai nyaris hanyut akibat tanah yang ada dibawahnya tergerus air sungai sehingga pondasi rumahnya menggantung. Hal ini tentu saja sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja.

Belum ada langkah-langkah kongkrit yang diambil oleh Pemerintah setempat dengan kondisi ini. Apakah karena kejadian ini merupakan kejadian yang rutin terjadi tiap tahunnya sehingga tidak perlu diperhatikan ???  Kebijakan yang bersifat antisipasi merupakan kebijakan pro rakyat yang harus segera ditindak lanjuti. Semoga menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua, amin…

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: