//
you're reading...
Uncategorized

Di Bahumulah Masa Depan Bangsa ini Berada

(Komedik,1/2012), Adalah Muhammad Hanafi, 11, seorang anak yang kini sedang duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Bocah cilik ini menyelesaikan pendidikannya dengan membantu orangtuanya memungut kertas bekas, kardus-kardus bekas dan gelas atau botol air minum bekas. Dengan mengumpulkan barang-barang tersebut yang kemudian dijualnya, dia akan mengantongi sekitar Rp. 2000 hingga Rp.3000 . Ayahnya, Abdul Wahid, bekerja sebagai tukang kebun yang menjaga tanaman buah-buahan yang menjadi makanan monyet di hutan di wilayah Sekongkang. Ayahnya harus menjaga agar pohon buah itu tetap berbuah agar monyet-monyet yang ada di hutan itu tidak kehabisan makanan. Seminggu sekali ia pulang untuk menjumpai anak dan istrinya. Ibunya bekerja sebagai orang upahan yang menanam padi di sawah milik orang lain dimana saat panen maka hasilnya akan dibagi dengan pemilik lahan.

Bersama teman sebayanya, Jaka Satria, 9, ia menyusuri kompleks perkantoran Pemerintah Daerah KSB. Sepulang dari Sekolah setelah Sholat Dhuhur dan mengaji, ia bergegas mengambil karung bekas di belakang rumahnya yang sederhana untuk mewadahi kertas dan botol-botol bekas. Menyusuri jalan raya menuju kompleks perkantoran dengan berjalan kaki tak menyurutkan semangatnya untuk bekerja. ” Saya ingin membantu orang tua saya,bu” tuturnya pelan. “Dengan memungut plastik dan kardus bekas ini, saya bisa menabung untuk membeli buku dan peralatan sekolah saya” lanjutnya lagi.

“Kami harus berjalan kaki setelah mengaji, jika tidak maka kami akan keduluan ma teman-teman yang lain.” terangnya. Ternyata pemungut  barang bekas tidak hanya mereka, banyak anak-anak sebayanya yang melakukan hal yang sama. “orang tua kami tidak mampu membiayai kebutuhan sekolah kami sepenuhnya, maka kami membantu mereka dengan menjual barang-barang bekas ini bu”. ada nada haru diujung kalimatnya.

Seperti inikah potret anak-anak calon pemimpin bangsa ini saat ini??

Diusianya yang masih belia, ia harus bisa memahami keterbatasan yang dialaminya. Tentu saja dengan mengabaikan apakah esok ia akan bisa bermain bersama teman-teman seusianya bila ia tidak memungut barang bekas hari ini. Dimana di usianya ini lah seharusnya waktunya ia bermain dan belajar sepuasnya.

“Saya ingin jadi orang sukses, seperti Bapak Bupati itu bu.” katanya penuh semangat ketika ku tanyakan cita-citanya saat ia besar nanti.

Semoga Allah mendengar doa mu!! teruslah berjuang demi masa depan bangsa ini. Karena dibahumulah Bangsa ini akan menjadi lebih baik.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Januari 2012
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Statistik Blog

  • 18,524 dilihat
%d blogger menyukai ini: